Category Archive : Berita Resmi

Pengumuman dan Kartu Peserta MATSAMA 2018

matsama0-01

Info selengkapnya bisa di akses pada hari Selasa, 03 Juli 2018.
Untuk ketentuan MATSAMA 2018 bisa didownload disini.

Untuk daftar pembagian kelompok MATSAMA bisa di unduh di bawah ini.

DOWNLOAD

“Bagi perserta didik baru MAN 1 Kota Malang yang namanya belum tercantum dalam pembagian kelompok MATSAMA atau terdapat kesalahan dalam penulisan nama di mohon besok 12 Juli 2018 pukul 07.00 WIB menemui kesekretariatan (Bu Ayu).”

Untuk ketentuan NAMETAG peserta MATSAMA 2018 bisa didownload disini.

Kota Malang (MAN 1 Kota Malang) – Kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini siswi MAN 1 Kota Malang sukses meraih mendapat 2 medali emas, juara 1 pada cabang MTQ dan MHQ 10 Juz di ajang MTQSN ke-VI tingkat Nasional yang dilaksanakan di UM (Universitas Negeri Malang).

MTQSN ke-VI tahun 2018 merupakan ajang tahunan yang dilaksanakan oleh Universitas Negeri Malang sebagai wadah yang menampung minat dan bakat para siswa-siswi SMA/SMK/MA Se-derajad di seluruh Indonesia dalam bidang keagamaan. Dengan 9 cabang lomba antara lain; MTQ, MHQ, Tartil Qur’an, Khathil Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Qur’an, Debat Bahasa Inggris, Debat Bahasa Arab, Syahril Qur’an, dan Fahmil Qur’an.

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari Sabtu s/d Minggu (28-29/4), yakni pada hari sabtu babak penyisihan, sedangkan hari minggu babak final. Diikuti oleh 130 Madrasah, syukur Alhamdulillah siswi MAN 1 Kota Malang dapat meraih Juara 1 pada cabang MHQ 10 Juz atas nama Aisyah Al Khoirunnida’ kelas X Agama-1, serta Juara 1 pada cabang lomba MTQ atas Nama Nadia Nuril Kariem kelas XI Bahasa. Nantinya peserta yang mendapat juara 1,2,dan 3 mendapatkan golden ticket masuk UM tanpa test.

“Sebenarnya Aisyah ketika memasuki final agak down, tetapi dengan arahan, motivasi serta kesabaran permasalahan tersebut dapat diatasi,” kata Luthfi Hakim sebagai guru pembimbing.

Beliau juga menyampaikan harapannya kedepan semoga siswa-siswi lebih serius dalam menangani lomba-lomba tentang Al-Qur’an, karena sebenarnya kita bisa.

Syukur alhamdulillah dengan persiapan yang serius, kerja keras, latihan rutin, serta berkat doa dan dukungan dari semua elemen madrasah siswi MAN 1 Kota Malang dapat menambah prestasi yang membanggakan. (hms)

Kota Malang (MAN 1 Kota Malang) – Kali ini Kamis, (29/3) kedatangan Direktur Guru & Tenaga Kependidikan Kementerian Agama RI, Prof Suyitno, M.Ag. Bertempat di aula MAN 1 Tlogomas Malang. Sebanyak 96 guru dan karyawan mendapatkan pembinaan dari beliau. Acara yang dimulai pukul 11.00 dan berakhir pukul 13.30 WIB. Serta mendapatkan antusias tinggi dari Bapak / Ibu guru karyawan.

Didalam isi arahan dan pembinaannya Suyitno menyampaikan beberapa point penting untuk memajukan MAN 1 Kota Malang, diantaranya; Kita yang sekarang adalah generasi yang bukan generasi instan berbanding terbalik pada generasi sekarang ini. Butuh pendekatan dan perubahan. Serta harus menjadi pendidik yang bisa mengajak serta mencontohkan keteladanan kepada murid-muridnya.

Dampak globalisasi, Guru harus berkembang, apabila tdk berkembang maka peran guru akan diambil alih oleh smart phone. Ini merupakan tantangan dimana anak sekarang lebih melek IT (teknologi), jadi guru juga harus mengikuti jaman dengan mengerti akan Ilmu teknologi yang berkembang sangat pesat. Yang kedua adalah, Guru harus menguasai materi. Seorang pendidik (guru) dalam mengajar harus linier. Sebagai contoh, idealnya guru fiqih, murid harus diajar oleh sarjana pendidikan fiqih bukan sarjana PAI, dst.

Yang ketiga ialah manakah yang terpenting materi atau guru? Meteri itu penting, tetapi guru jauh lebih penting. Hadirnya guru tidak dapat tergantikan dengan siapapun. Karena dalam proses akademik atau proses pembelajaran terjadi kontak fisik dan komunikasi. Guru itu adalah sosok yang disayangi oleh muridnya, juga sebaliknya guru juga menyayangi muridnya. Disitulah proses pembentukan karakter dan kepribadian terjadi pada murid. Tidak mudah mengembangkan karakter pada anak, membutuhkan proses yang sangat panjang, ketelatenan, keseriusan. Pendidikan karakter itulah yang menjadikan guru lebih penting dari materi.

Tidak semua madrasah harus membangga-banggakan kekuatan akademiknya justru tantangan dari madrasah yang sekarang adalah memastikan penguatan karakternya. Semoga dengan materi pembinaan ini bisa menjadi wacana dan bahan bagi kita semuanya untuk bisa menjadi guru yang bisa lebih mengembangkan potensi dan kompetensi yang profesional sehingga bisa menghasilkan siswa-siswi yang humanis, cerdas, berkarakter. (hms).