Kebijakan Peningkatan Mutu Guru & Tenaga Kependidikan MAN 1 Kota

Kota Malang (MAN 1 Kota Malang) – Kali ini Kamis, (29/3) kedatangan Direktur Guru & Tenaga Kependidikan Kementerian Agama RI, Prof Suyitno, M.Ag. Bertempat di aula MAN 1 Tlogomas Malang. Sebanyak 96 guru dan karyawan mendapatkan pembinaan dari beliau. Acara yang dimulai pukul 11.00 dan berakhir pukul 13.30 WIB. Serta mendapatkan antusias tinggi dari Bapak / Ibu guru karyawan.

Didalam isi arahan dan pembinaannya Suyitno menyampaikan beberapa point penting untuk memajukan MAN 1 Kota Malang, diantaranya; Kita yang sekarang adalah generasi yang bukan generasi instan berbanding terbalik pada generasi sekarang ini. Butuh pendekatan dan perubahan. Serta harus menjadi pendidik yang bisa mengajak serta mencontohkan keteladanan kepada murid-muridnya.

Dampak globalisasi, Guru harus berkembang, apabila tdk berkembang maka peran guru akan diambil alih oleh smart phone. Ini merupakan tantangan dimana anak sekarang lebih melek IT (teknologi), jadi guru juga harus mengikuti jaman dengan mengerti akan Ilmu teknologi yang berkembang sangat pesat. Yang kedua adalah, Guru harus menguasai materi. Seorang pendidik (guru) dalam mengajar harus linier. Sebagai contoh, idealnya guru fiqih, murid harus diajar oleh sarjana pendidikan fiqih bukan sarjana PAI, dst.

Yang ketiga ialah manakah yang terpenting materi atau guru? Meteri itu penting, tetapi guru jauh lebih penting. Hadirnya guru tidak dapat tergantikan dengan siapapun. Karena dalam proses akademik atau proses pembelajaran terjadi kontak fisik dan komunikasi. Guru itu adalah sosok yang disayangi oleh muridnya, juga sebaliknya guru juga menyayangi muridnya. Disitulah proses pembentukan karakter dan kepribadian terjadi pada murid. Tidak mudah mengembangkan karakter pada anak, membutuhkan proses yang sangat panjang, ketelatenan, keseriusan. Pendidikan karakter itulah yang menjadikan guru lebih penting dari materi.

Tidak semua madrasah harus membangga-banggakan kekuatan akademiknya justru tantangan dari madrasah yang sekarang adalah memastikan penguatan karakternya. Semoga dengan materi pembinaan ini bisa menjadi wacana dan bahan bagi kita semuanya untuk bisa menjadi guru yang bisa lebih mengembangkan potensi dan kompetensi yang profesional sehingga bisa menghasilkan siswa-siswi yang humanis, cerdas, berkarakter. (hms).

Komentar

Komentar