Tepat pada hari jumat, seluruh umat muslim di seluruh tanah air Indonesia ini bersama-sama melantunkan takbir dalam rangka Hari Raya Idul Adha. Takbir itu menggema di mana saja, tak terkecuali MAN Malang 1.
Suasana pada saat itu sungguh semarak sekali dan sangat menyentuh di hati,. Semua murid dan guru sama-sama mengumandangkan takbir pada hari tersebut, akan tetapi kita warga MAN Malang 1 tidak sholat di sekolah, kita sholat sendiri di kampung sendiri-sendir. ”Lho kok bisa ?” ya kita warga MAGESA hanya melakukan penyembelihan hewan kurban. Oleh karena itu semua sangat bersemangat dalam melakukan tugasnya yang sudah di perintahkan oleh Kepala Sekolah yaitu Bapak Zainal Mahmudi, M.Ag.
Hari jumat tersebut merupakan hari yang penuh berkah, karena di hari tersebut warga magesa punya gawe buat menyembelih hewan qurban. Perlu kami informasikan dari Bapak Drs. Musthofa, M.PdI atau yang biasa dengan panggilan akrab yaitu Ustad Musthofa, beliau adalah ketua panitia penyembelihan hewan kurban di MAN Malang 1. Dibantu oleh Bapak Abdurrohim, S.Ag selaku sekretaris, beliau juga yang telah membantu untuk membeli hewan kurban yang diperoleh dari amal yang setiap hari dikumpulkan dari para siswa MAN Malang 1.
Amal tersebut dikumpulkan setiap hari dan dihitung dengan teliti setiap harinya oleh siswa yang tergabung dalam keagamaan. Amal dari para siswa tersebut dikumpulkan secara bertahap selama kurang lebih 40 hari sebelum menjelang hari Raya Idul Adha, dan alhamdulillah kita warga MAN Malang 1 bisa menikmati keberkahan bersama-sama dari hasil amal tersebut dengan berupa dua ekor sapi.
Selain itu juga dari bapak ibu PPL UM yang telah ikut serta berkurban di MAN Malang 1 dengan satu ekor kambing. Disamping itu ada beberapa ibu guru bahkan dari siswa sendiri yang juga berkurban di MAN Malang 1, masing-masing adalah Ibu Hj. Siti Kholifah dengan satu ekor kambing, Ibu Emi Rohanum dengan 1 ekor kambing serta dari siswa MAN Malang 1 atas nama ananda Amalia Nur Abida kelas XII IPA 1 dengan 1 ekor kambing. Sehhingga jumlah total pada hari jumat tersebut adalah 4 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Oleh karena itu semoga amal-amal beliau yang sudah menyumbangkan baik berupa materi maupun non materi semuanya mendapatkan balasan yang lebih baik dari Allah SWT. Amiin
Para siswa dan bapak/Ibu guru yang tergabung dalam panitia hari raya Idul Adha sangat bersemangat dalam menjalankan tugasnya, tak kenal lelah saat membagi hewan kurban tersebut. Karena memang dari latar yang berbeda-beda ada yang sangat cekatan dalam memotong daging atau menguliti, namun juga ada yang kurang cepat, itu semua sama-sama bercampur bahu-membahu sehingga suasananya jadi sangat menyenangkan penuh dengan canda tawa bersama dan rasa kekeluargaan yang sangat di dalamnya.
Ada yang sangat menarik dalam acara tersebut, ketika ada daging yang sudah dipotong oleh tukan jagal yang memang sengaja dipanggil panitia untuk ikut serta dalam penyembelihan hewan qurban tersebut, langsung semua bersama-sama saling membantu untuk memotong-motong daging hewan qurban tersebut. Salah satu guru yang kemarin sangat bersemangat dan kelihatan paling cekatan dalam urusan potong memotong. Serem agaknya tapi kalau beliau tidak ada bisa jadi sangat lama dalam pengerjaannya. Beliau adalah Bapak Joko. Beliau sangat semangat sekali apalagi kalo berhubungan dengan kulit-mengkuliti atau potong memotong atau yang lainnya pokoknya yang bagian berat-berat itu paling cocok ya bapaknya. Pokoknya kalau orang bilang mak nyus buat bapak Joko.
Hewan kurban tersebut nantinya akan di salurkan kepada orang-orang yang berhak menerima, warga MAN Malang 1 dan juga masyarakat di sekitar MAN Malang 1. Selain acara pada hari Jumat tersebut, besoknya pada hari Sabtu di bumi Magesa diadakan lomba memasak daging kurban yang sudah diterima oleh perwakilan kelas masing-masing. Setiap kelas harus menyajikan hidangannya yang akan dinilai oleh dewan juri MAN Malang 1 khusus bidang ”coba rasa”. gimana ya hasilnya? yang jelas yang rasanya enak dan tidak membahayakan bagi kesehatan tubuh, itulah yang jadi pemenang. adm