Peresmian Gedung Asrama MAN 1 Kota Malang

Kota Malang (MAN 1 Kota Malang-Humas) – Jumat 14 Desember 2018 MAN 1 Kota Malang melaksanakan peresmian gedung asrama putri oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. Dengan dipesertai kurang lebih dihadiri oleh 90 orang, mulai dari Kepala MI, MTs, MA, se-Kota/Kabupaten Malang, Jajaran Komite, Jajaran Kemenag Kota, serta Rekanan Kerja MAN 1 Kota Malang.

Asrama MAN 1 Kota Malang ini merupakan pengembangan dari mahad putri yang sebelumnya berkapasitas 30 siswi dan sekarang dapat menampung kurang lebih 60 siswi yang secara keseluruhan MAN 1 Kota Malang memiliki tiga lokasi mahad putri yang berkapasitas 200 siswi. Adapun pembangunan mahad putri memanfaatkan pendanaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Acara peresmian gedung ini dimulai pukul 09.00 – 11.00 WIB dengan serangkaian acara yakni penampilan gampus magesa, kemudian beberapa sambutan, acara inti yakni penandatanganan peresmian gedung oleh Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., penutup do’a, dan diakhiri dengan pemotongan pita peresmian.

Beberapa poin penting dalam sambutan pertama yakni dari M. Husnan, kepala MAN 1 Kota Malang, beliau mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran tamu undangan, serta menyampaikan bahwa MAN 1 Kota Malang dengan adanya mahad atau asrama perkembangannya sangat segnifikan. Dengan adanya mahad dapat membentuk karakter siswa. “Jadi, (pendidikan) teorinya di sekolah, praktiknya diamalkan di mahad”, Ujar M.Husnan. Besar harapan dengan adanya mahad baru dapat menjadikan siswa-siswi lebih beriman, berprestasi, dan beakhlakul karimah.

Dilanjutkan dengan sambutan kedua oleh Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Bapak Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, beliau menyampaikan bahwa Visi kedepan Direktorat Jendral dalam orientasi budgeting SBSN yang digunakan untuk perguruan tinggi, beberapa diantaranya akan dialihkan ke madrasah baik negeri maupun swasta. “Untuk SBSN madrasah di tahun 2019 ini, kami menganggarkan 750 miliar, dan saya ingin madrasah di Indonesia ini menjadi yang terbaik,” ujar beliau. Seluruh madrasah harus menjadi yang terbaik di daerahnya, dalam olimpiade nasional maupun internasional madrasah harus terlibat, karena orientasi Madrasah  saat ini adalah mutu.

Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa guru adalah pendidik, bukan pengajar. Tidak hanya mengajar agar pintar atau cerdas melainkan ilmu itu bisa digunakan sebagai transformatif, artinya ilmu tersebut yang bisa diamalkan, ilmu yang bisa menambah sikap dan akhlak yang baik, ilmu yang dapat menambah karakter. “Tugas Utama Guru harus bisa mengedukasi, memberikan inspirasi, memberi motivasi, bukan hanya mengajarkan yang ada dibuku, tetapi bagaimana cara agar siswa-siswinya terus belajar dan mencintai ilmu pengetahuan”, paparnya.

Mengajar bukan memindahkan ilmu, tetapi dapat menanamkan nilai, bisa mengamalkan, dan mentransformasi, Itulah mengapa relevasi mahad sangat penting. Mahad menjadi peran yang fundamental di Madrasah. “Mahad lah tempat kita menanamkan nilai lebih leluasa kepada siswa-siswi, serta Visi sebenarnya kami keepan ialah membangun mahad ke Madrasah-Madrasah di Negeri kita tercinta ini”, tambahnya. (hms)

Komentar

Komentar

about author

admin

man1mlg@yahoo.co.id

<p>Pusiskom MAN 1 Kota Malang adalah sebuah unit terpadu yang didirikan pada tahun 2011.<br /> Pusiskom bertugas untuk mengontrol segala jenis kegiatan dan aktifitas yang berkaitan dengan Teknologi Informasi serta memantau dan mengembangkan terobosan dalam kemajuan Madrasah.</p>